Bahan kemasan benih harus menahan uap air masuk, karena benih yang menyerap lembap cepat kehilangan daya tumbuhnya. Untuk benih jagung dan padi, struktur yang sering dipakai adalah PET/nylon/LLDPE putih: kuat, tahan tusukan, dan cukup menahan lembap. Benih bernilai tinggi yang disimpan lama, seperti benih sayuran hibrida, biasanya naik ke kemasan aluminium foil.

Benih adalah makhluk hidup yang sedang “tidur”. Kadar air dan suhu penyimpanan adalah dua faktor terbesar yang menentukan berapa lama benih tetap bisa tumbuh. Makin banyak uap air yang masuk, makin cepat daya tumbuhnya turun, dan risiko jamur ikut naik.
Pedoman penyimpanan benih dari FAO menekankan pengeringan benih lalu penyimpanan dalam wadah yang tertutup rapat dan tahan lembap. Prinsip yang sama berlaku untuk benih komersial: kemasan tidak mengeringkan benih, tapi menjaga benih yang sudah kering agar tetap kering sampai ke tangan petani.
Setidaknya tiga fungsi: permukaan cetak yang kuat, lapisan yang menahan tusukan, dan lapisan segel yang rapat. Untuk benih jagung dan padi, kami mengerjakan struktur PET/nylon/LLDPE putih.
| Lapisan | Fungsi | Kenapa penting untuk benih |
|---|---|---|
| PET (luar) | Permukaan cetak yang kuat dan stabil | Nama varietas, nomor lot, dan informasi wajib tetap terbaca |
| Nylon (tengah) | Menahan tusukan dan benturan | Ujung benih jagung tajam dan karung ditumpuk tinggi di gudang |
| LLDPE putih (dalam) | Lapisan segel panas yang rapat, sekaligus menahan cahaya | Seal bocor sama dengan pintu masuk lembap |
Warna putih pada lapisan dalam punya dua guna: mengurangi cahaya yang masuk dan membuat cetakan di lapisan luar terlihat kontras. Cara lapisan-lapisan ini disatukan dijelaskan di artikel tentang struktur laminasi.
Saat benih bernilai tinggi, ukurannya kecil, dan harus bertahan lama, misalnya benih sayuran hibrida dalam sachet atau benih yang didistribusikan ke daerah lembap dengan penyimpanan seadanya. Aluminium foil memberi penghalang uap air jauh lebih tinggi daripada struktur plastik saja.
Untuk benih jagung atau padi dalam kemasan beberapa kilogram dengan perputaran musim tanam, struktur tanpa foil biasanya sudah memadai dan lebih hemat. Pertimbangan kemasan aluminium foil sebaiknya didasarkan pada uji daya tumbuh setelah penyimpanan, bukan perkiraan. Perbandingan kedua material ini kami bahas di artikel aluminium foil dan metalized.
Mesin bag making di pabrik kami mengerjakan three side seal dan gusset untuk lebar kemasan 80 sampai 600 mm, sehingga ukuran sachet kecil maupun pouch berkilo-kilo bisa ditangani.
Kebutuhan kemasan antara benih jagung, padi, dan sayuran cukup berbeda. Pilihan kemasan benih dan produk pertanian kami bisa didiskusikan sesuai jenis benih dan jalur distribusinya.
Konsultasi Kemasan Benih via WhatsApp
Untuk benih jagung dan padi, struktur laminasi PET/nylon/LLDPE putih banyak dipakai karena kuat, tahan tusukan, dan menahan lembap. Benih bernilai tinggi yang disimpan lama biasanya memakai aluminium foil.
Karena uap air masuk dan menaikkan kadar air benih, atau benih dikemas saat belum cukup kering. Suhu penyimpanan yang tinggi mempercepat penurunannya.
Tidak selalu. Foil diperlukan untuk benih bernilai tinggi yang harus disimpan lama atau didistribusikan ke daerah lembap. Untuk benih dengan perputaran musim tanam, struktur plastik berlapis sering sudah cukup.
Ujung benih jagung cukup keras dan tajam, dan kemasan ditumpuk tinggi di gudang. Nylon menambah ketahanan terhadap tusukan dan benturan.